Semarang

MASYARAKAT DESAK KE POLISIAN RAMADHAN BEBAS MAKSIAT

655
×

MASYARAKAT DESAK KE POLISIAN RAMADHAN BEBAS MAKSIAT

Sebarkan artikel ini

 

Semarang – Jawa tengah – Dutacyber.com – 9 Maret 2024 -Jateng Gayeng online.

Menjelang bulan suci ramadhan 1445 H yang merupakan bulan penuh berkah bagi umat muslim, namun disayangkan masih banyak praktik kemaksiatan di masyarakat.

“Masih banyaknya praktik- praktik kemaksiatan seperti perjudian togel dan minum-minuman keras, serta prostitusi esek-esek yang terjadi disekitar kita. Kita hanya tutup mata dan telinga, banyak tokoh agama dan tokoh masyarakat diam saja tak peduli itu semua”, kata Kyai Achmad Robani Albar, tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama Kecamatan Genuk dan pendiri Kampung Demokrasi Pancasila, Sabtu, 9/3/2024.

Atas kondisi seperti ini, ormas Gerakan Masyarakat Berantas Penyakit Masyarakat (Germas Berkat) berinisiatif melakukan audiensi kepada aparat penegak hukum (APH) Kapolses Genuk, Kota Semarang Jawa Tengah.

Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto menerima dengan senang hati dan berjanji akan segera menindaklanjuti permintaan dari masyarakat, yang di sampaikan oleh peserta audiensi dari ormas Germas Berkat.

Ormas Germas Berkat merupakan gabungan dari ormas se Kecamatan Genuk Kota Semarang, sepertti NU, Mumammadiyah, LDII, Madlaul Anwar, Al Fadilah, Gapura dan lain – lain.

Koordinator Germas Berkat, Muhamad Sohim, menyampaikan maksud dan tujuan audiensi kepada Kapolsek Genuk, untuk dapat menegakkan hukum terkait penyakit masyarakat. Khususnya di wilayah hukum Kecamatan Genuk Kota semarang.

Perwakilan anggota Germas Berkat, Mashudi menambahkan supaya ada tindakan nyata dari kepolisian. “Seperti beberapa tempat lapak togel yang marak, yang sudah di laporkan oleh Germas Berkat untuk dapat segera ditindak lanjuti Kapolsek dan jajarannya,” Ujar Mashudi.

Achmad Robani Albar yang juga praktisi hukum, mendesak agar khusus bulan ramadhan wilayah Genuk Harus bebas dari maksiat.

“Karena jelas aturan hukum positif melanggar KUHP pasal 303 dan 304 dengan ancaman hukuman sampai 10 tahun penjara dan denda 25 juta rupiah,” tandasnya. Tidak hanya selama ramadhan, kalau bisa bulan- bulan di luar ramadhan juga bebas dari maksiat.

Tokoh masyarakat lain yang bersuara, Suraji, berharap genuk bebas dari maksiat agar Genuk barokah hidup tentram, damai dan sejahtera tanpa maksiat.

 

(Tyo/ Sukindar)