Dutacyber.com

Kubu Raya – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Selatan Remis Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, menjadi sorotan.

Pasalnya, beredar informasi adanya makanan MBG yang diduga ditemukan mengandung ulat.

Informasi tersebut tentu menimbulkan kekhawatiran serius, khususnya bagi para orang tua yang anaknya menerima makanan dari program pemerintah tersebut.

Program MBG sejatinya hadir untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan makanan yang bergizi, sehat dan aman.

Namun apabila benar ditemukan makanan yang diduga terdapat ulat, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele.

Terlebih, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sebelumnya telah menegaskan pentingnya keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG, termasuk penguatan tata kelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta rantai pasok bahan makanan.

Jangan Sampai Program Bergizi Justru Membahayakan Anak

Temuan tersebut perlu segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Apakah benar makanan tersebut berasal dari dapur SPPG yang memasok MBG di wilayah desa teluk pakedai 1 ?

Bagaimana proses pemeriksaan bahan makanan sebelum didistribusikan?

Dan siapa yang bertanggung jawab melakukan pengawasan terhadap kualitas makanan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka agar masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi sepihak.

Pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional (BGN), pengelola SPPG serta instansi terkait diharapkan segera turun melakukan pemeriksaan dan klarifikasi langsung.

Jika benar ditemukan ulat dalam makanan yang dibagikan kepada anak-anak, maka harus ada evaluasi menyeluruh terhadap proses pengadaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga pendistribusian makanan.