Tidak hanya mengedit foto, LK juga menambahkan narasi yang menyebutkan adanya pocong jadi-jadian yang telah masuk ke kawasan BTN RSUD Kelakik. Narasi tersebut turut mengimbau masyarakat agar mengunci pintu rumah pada malam hari dan berhati-hati apabila mendengar ketukan pintu.

Dalam unggahan itu juga disebutkan bahwa sudah ada tiga orang warga yang menjadi korban sosok tersebut. Narasi yang menyesatkan inilah yang kemudian memicu perhatian masyarakat dan menyebar luas melalui berbagai platform media sosial.

Dari hasil penyelidikan dan pengambilan keterangan, Polres Melawi memastikan bahwa seluruh informasi dalam unggahan tersebut tidak benar.

LK mengakui bahwa dirinya membuat dan menyebarkan konten hasil editan tersebut tanpa maksud untuk menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Meski demikian, kepolisian mengingatkan bahwa penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta berpotensi menimbulkan kepanikan dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati sebelum membagikan informasi yang diterima dari media sosial.

Polres Melawi juga mengajak masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar dan menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

Sikap bijak dalam menggunakan media sosial dinilai penting untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat merugikan banyak pihak.

Aipda Arbain menegaskan bahwa Polres Melawi akan terus menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Melawi.

Masyarakat diimbau untuk tidak panik berlebihan serta segera melaporkan apabila menemukan gangguan keamanan melalui layanan Hotline Polri 110 yang dapat diakses secara gratis sebagai bentuk percepatan pelayanan kepada masyarakat.