
“Kalau melihat hasil pengerjaannya, kualitasnya memang terasa sangat kurang,” ujarnya.
TEKNISI: PEMBONGKARAN DILAKUKAN UNTUK PENYESUAIAN POSISI
Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, wartawan cybertv.id melakukan konfirmasi kepada Wiwit selaku tenaga teknisi di lapangan.
Wiwit memberikan klarifikasi bahwa pembongkaran pada bagian pasangan batu tersebut bukan disebabkan konstruksi roboh, melainkan dilakukan untuk menyesuaikan posisi pasangan batu dengan kondisi di sekitar lokasi.
“Kami meluruskan posisi pasangan batu yang bersebelahan dengan tanah warga. Oleh karena itu, untuk meluruskan kami bongkar ulang dan pasang kembali, sesuai dengan gambar kerja dan diawasi oleh konsultan pengawas serta direksi pekerjaan,” jelas Wiwit melalui pesan WhatsApp.

Keterangan tersebut berbeda dengan informasi yang sebelumnya disampaikan warga. Karena itu, kondisi dua titik pekerjaan tersebut penting untuk diperiksa secara teknis agar dapat diketahui apakah pembongkaran benar-benar merupakan bagian dari penyesuaian pekerjaan atau terdapat persoalan lain terkait mutu konstruksi.
Sorotan terhadap mutu pekerjaan juga tidak semata-mata didasarkan pada adanya pembongkaran dan pemasangan ulang.
Kondisi hasil pekerjaan di lapangan perlu dibandingkan dengan spesifikasi teknis, gambar kerja, metode pelaksanaan, serta standar mutu yang ditetapkan dalam kontrak.
Pemeriksaan tersebut menjadi penting mengingat proyek menggunakan anggaran pemerintah dan hasil pekerjaannya diharapkan dapat berfungsi secara optimal serta memiliki ketahanan sesuai umur rencana.





Leave a Reply