Dutacyber.com

Sanggau, Polda Kalbar – Keterbatasan tidak menjadi penghalang bagi Riko, seorang petani jagung asal Desa Sungai Dangin, Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau, untuk terus berinovasi.

Berbekal pengalaman lebih dari satu tahun mengelola tanaman jagung sebagai petani binaan Polsek Noyan, ia berhasil menciptakan mesin pengering jagung sederhana yang mampu membantu petani mengatasi kendala pascapanen, terutama saat musim hujan.

Selama menekuni budidaya jagung, Riko kerap menghadapi permasalahan yang sama setiap kali panen tiba. Proses pengeringan yang masih mengandalkan sinar matahari sering terkendala cuaca yang tidak menentu, keterbatasan lahan penjemuran, serta waktu pengeringan yang relatif lama.

Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas hasil panen dan menghambat produktivitas petani.

Berangkat dari persoalan itu, Riko mulai mencari solusi yang dapat mempercepat proses pengeringan jagung dengan biaya yang terjangkau.

Inspirasi tersebut muncul setelah dirinya mengikuti kegiatan panen raya yang diselenggarakan Polres Sanggau di lahan miliknya dan melihat penggunaan alat pengering mekanis yang mampu mempercepat proses pascapanen.

Dengan memanfaatkan bahan dan peralatan yang tersedia di lingkungan sekitar, Riko kemudian merancang sebuah mesin pengering jagung sederhana yang diberi nama “Bad Driyer”. Alat tersebut dibuat secara mandiri bersama anggota keluarganya di tengah keterbatasan fasilitas dan akses peralatan yang dimiliki.

Mesin pengering itu menggunakan bak penampung berukuran sekitar 1,5 meter x 2 meter dengan tinggi 70 sentimeter yang dibuat dari konstruksi semen.