Kami berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi petani lain dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Kini mesin Bad Driyer tidak hanya dimanfaatkan oleh Riko untuk mengeringkan hasil panennya sendiri, tetapi juga digunakan oleh sejumlah petani jagung lainnya di Desa Sungai Dangin.

Kehadiran alat tersebut menjadi bukti bahwa inovasi sederhana dari desa mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian, sekaligus mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan dari tingkat lokal hingga nasional. _

(Dny Ard / Humas Res Sgu)_